• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Selasa, 02 Februari 2016

Sosial media tentang banyu biru di BIN hingga yang menanggapinya penjual obat hipertensi

Pengusaha muda yang bernama Banyu Biru Djarot mengumpulkan media masa dan para masyarakat yang menarik perhatian netizen setidaknya dalam dua hari terakhir ini. dalam prihal menyusul aktivitasnya nyebarkan atau mempublikasaikan foto surat pengangkatan dirinya , sebagai salah anggota dalam bidang politik Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan (DISK) di Badan Intelijen Negara (BIN) saat di jakarta .

berdasarkan Surat Keputusan yang di dikeluarkan oleh Kepala BIN, Sutiyoso ( mantan gubernur indonesia di era 2000 an , dengan nomor KEP-311/XII/2015. Foto itu diunggah lewat akun Banyu Biru di jejaring sosial milik pribadinya privat, Path.
salah seorang sahabat Banyu biru di Path, telah mengambil tangkapan layar posting saat mengeluarkan statemen atau status kala itu. Tangkapan layar itu lantas menyebar di media sosial dengan cepat dan menjadi perbincngan awak sosial media. Netizen menilai, surat itu mestinya tak bocor di hadapan publik, mengingat posisinya sebagai informasi internal BIN.

seseorang Deputi BIN "yang tak bersedia disebut namanya' turut mengiyakan kerahasiaan surat yang ada itu. Menurutnya, aktivitas Banyu, disebabkan oleh ketidak-pahaman atas prinsip kerja "tertutup dan kompartementasi" di dalam tubuh BIN.

Mernurut deputi BIN itu mengatakan (1 febuari 2016)."Setiap SK yang ditandatangani Kepala BIN sifatnya confidential, tergolong rahasia Negara. Itu hanya ditujukan kepada yang bersangkutan dan pejabat BIN terkait. Jangankan publik, jajaran BIN lainnya saja tidak boleh tahu atau diberitahu,"

Sutiyoso menjelaskan bahwa DISK merupakan lembaga baru milik BIN, yang digagas olehnya. Kepala BIN, Sutiyoso yang akhirnya angkat bicara dalam kasus ini. Dikutip Harian Kompas pada tanggal 1 febuari 2016.

Sutiyoso mengatakan yang telah dikutip Harian Kompas 1 febuari lalu."Saya memang membentuk Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan di BIN. Tugas dan fungsinya apa, terus personelnya siapa saja, tidak bisa saya ungkap ke publik. Itu rahasia sifatnya,"

harian Kompas dalam dunia digitalnya melansir pernyataan seorang sumber yang bekerja di BIN. Narasumber itu menyebut keberadaan DISK bersifat ad hoc --untuk kebutuhan khusus. Ia pun menyebut bahwa BIN akan mengevaluasi kebocoran surat rahasia itu.

dikarenakan adanya status yang sudah ada maka para sosial media banyak yang berkomentar sampai dengan penjual obat Hipertensi, kasus ini telanjur mengundang perhatian netizen. Di linimasa Twitter sejuh tinggi pun ikut berkomentar juga akun2 besar berpengaruh turut melempar komentar.
"Banyu Biru diundang rapat ke kantor BIN. Gak lama selesai rapat dia bakalan twitpic notulensi hasil rapat," tulis akun @qaqah (12 ribu pengikut), yang dikenal kerap berbagi humor di linimasa.



silahkan baca arikel bagus yang lainnya tentang OBAT KANKER
silahkan baca arikel bagus yang lainnya tentang minumansehat

0 komentar:

Poskan Komentar